Mahasiswa ITS Ini Sukses Menjalin Kerjasama Gerakan Sosial Tingkat ASEAN

Posted by Ciluk Ba' Kampus on 2/17/2017 with No comments
Kontribusi dan Kolaborasi identik dengan aktivita para pemuda khususnya mahasiswa. Mahasiswa mempunyai banyak  sekali opsi untuk berkarya. Berbagai bidang dapat dijajal oleh mahasiswa baik mempunyai banyak sekali opsi untuk berkarya. Berbagai bidang dapat dijajal oleh mahasiswa baik sosial, teknologi, lingkungan, bisnis dan lain sebagainya. Yang paling penting, apapun bidang yang digeluti mahasiswa untuk berkontribusi dan berkolaborasi, dampaknya dapat memberikan kebermanfaatn yang optimal.

Sebagai pemuda generasi milenium, globalisasi bukan menjadi tantangan lagi. Globalisasi menjelma menjadi budaya dan gaya hidup sehari-hari pemuda era ini. Bagi sebagian orang yang mampu melihat opportunity globalisasi, globalisasi dapat menciptakan peluang berkembang, daya lecut bahkan perubahan. Hal ini lah yang disadari oleh Diyan Wahyu Pradana, Mahasiswa Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi ITS.

Foto Diyan Wahyu Pradana
Mahasiswa ITS asal Blora Jawa Tengah ini berhasil menjalin kerjasama Gerakan Sosial tingkat ASEAN dalam forum ASEAN University Conference on Public Relations and Communication (APRC) di Malaysia, November 2016 lalu. Kegiatan konferensi yang dihelat oleh IPRMSA Chapter UUM bekerjasama dengan ASEAN Youth Organization dan ASEAN Public Relations Network (APRN) ini dilaksanakan sejak tanggal 18 – 20 November 2016 di Universiti Utara Malaysia, Kedah Darul Aman, Malaysia. Kegiatan bertemakan “One Vision, One Identity, One Community : Fostering Public Relations Network For ASEAN Communities” tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 delegasi yang berasal dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Filipina, Malaysia, Australia dan Thailand. ASEAN University Conference on Public Relations and Communication 2016 menjadi momentum pertemuan perwakilan institusi dan organisasi yaitu mahasiswa, akademisi serta profesional dari berbagai disiplin ilmu untuk berdiskusi selama tiga hari di UUM.

Gerakan sosial yang Wahyu dan pemuda Blora dirikan sejak tahun 2012 yaitu Pundi Amal Pemuda Indonesia (PAPI) mendapatkan bentuk kerjasama sebagai Partner Institution dalam acara bertaraf internasional tersebut. Dengan kerjasama tersebut, Delegasi Pundi Amal Pemuda Indonesia mendapatkan slot waktu untuk presentasi framework atau kerangka kerja Pundi Amal Pemuda Indonesia yang berjudul “Pundi Amal Pemuda Indonesia Best Practice as Integrated Methodology for Sustainable Social Development in Indonesia” di depan audiens perwakilan institusi dari ASEAN dan Australia. Selain itu, Pundi Amal Pemuda Indonesia juga berkesempatan untuk mendapatkan undangan presenter atau peserta pada ASEAN University Conference on Public Relations and Communication di tahun berikutnya.

Baca Juga : 
Awal mula terjalinnya kerjasama internasional PAPI dalam APRC 2016 adalah undangan yang ditujukan pada Wahyu yang juga merupakan cofounder PAPI. Warga Kridosono RT 4 RW4 Blora tersebut mendapatkan email dari Advisor Committee APRC 2016 berisi undangan presentasi pada Agustus 2016 lalu. Melihat hal tersebut sebagai peluang eskalasi Pundi Amal Pemuda Indonesa, Wahyu segera bertindak untuk membentuk tim khusus. Tim khusus ini yang nantinya menginisiasi dan menjalankan proyek internasional #PAPIGoGlobal selama kurang lebih 3,5 bulan. Sebagai project leader, Wahyu mulai memilih anggota tim dengan mengajak diskusi para alumni dan penggerak PAPI. Setelah terbentuk tim, pembahasan kerangka kerja berdasarkan aktivitas PAPI mulai dilaksanakan untuk bahan membuat abstract dan presentasi ilmiah tentang pergerakan PAPI.

Keberangkatan Delegasi Pundi Amal Pemuda Indonesia
Setelah daya upaya yang telah dilakukan dirasa cukup, Perwakilan delegasi Pundi Amal Pemuda Indonesia atas amanah dari Wahyu dan tim khusus #PAPIGoGlobal berangkat ke UUM, Kedah Darul Aman, Malaysia. Framework Pundi Amal Pemuda Indonesia sukses dipresentasikan pada Konferensi tersebut. Banyak audiens yang tertarik untuk bekerjasama dan ingintahu karena Framework tersebut memberikan wawasan tentang program pengembangan berorientasi pada kepedulian pemuda lokal untuk menciptakan pemberdayaan sosial berkelanjutan dan terintegrasi. Program pengembangan tersebut berdasarkan pada pergerakan Pundi Amal Pemuda Indonesia yang relevan dengan statistik tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.

Alumni Beasiswa Rumah Kepemimpinan Surabaya tersebut mengungkapkan, setelah Pundi Amal Pemuda Indonesia berhasil menjalin kerjasama gerakan sosial tingkat ASEAN dalam ASEAN University Conference on Public Relations and Communication 2016, ada beberapa pelajaran yang bisa didapatkan dan menjadi teladan bagi pemuda Indonesia. Pertama, berkarya adalah amanah bagi pemuda sehingga menjadi apapun bukan masalah selama dapat menebar manfaat dan memakmurkan bangsanya. Kedua, era milenium dan globalisasi membuka banyak opsi bagi pemuda untuk berkiprah, kemampuan membaca peluang menjadi penting untuk menginisiasi keberhasilan. Ketiga, perlunya penerapan budaya peduli, kolaborasi dan berbagi untuk mempersatukan potensi pemuda dari berbagai disiplin ilmu demi membangun daerahnya menjadi daerah yang lebih baik, berpotensi dan bermartabat.

Itulah tulisan inspiratif, kiriman dari Sahabat Ciluk Ba' Diyan Wahyu Pradana. Terima kasih atas ceritanya yang luar biasa, semoga dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk dapat berkarya dan berkontribusi secara maksimal pada bidang yang digeluti masing-masing. Nah, untuk temen-temen yang pengen lebih tahu tentang Diyan Wahyu Pradana, silahkan di baca profilnya, klik disni!

Untuk temen-temen mahasiswa yang memiliki cerita menarik yang ingin dibagikan, silahkan kirimkan ceritamu di alamat email : cilukbakampus@gmail.com
Categories: